Aku adalah mesin tik yang cukup tua untuk mengeluarkan suara gesekan karat
setiap digunakan. Waktu terus memacu karat yang berkembang di permukaan
sendi-sendiku. Meskipun tua aku masih cukup sering digunakan. Setiap aksara
yang dirangkai penulis memijat-mijat tombol-tombolku. Badanku bergetar setiap
kali dia melakukan itu. Lapisan tipis debu berjatuhan dari tubuhku setiap aku
digunakan. Aku telah mencetak ribuan kisah, artikel, berita, dan beberapa prosa
yang dialirkan penulis favoritku. Aku membayangkan, merasakan, dan hampir
seperti mengalami sendiri semua kehidupan dalam kalimat yang kucetak. Si
penulis sangat bergairah setiap kali dia menggunakanku. Dia mengetikkan kata
demi kata sepenuh hati. Tak jarang dia dengan tak sengaja salah memijit
tombolku, sehingga yang kucetak tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Emosinya sering meluap-luap ketika sedang menggunakanku, baik positif maupun
negatif. Emosinya menunjukkan bahwa dia bergairah ketika menulis.
Bercerita ke belakang, aku dihadiahkan kepadanya saat dia masih sangat
muda, tidak mengerti apa-apa. Dulu dia tidak tahu untuk apa aku ini, tidak
mengerti untuk apa aku ini. Tak jarang dia menendang, membantingku, bahkan
mengencingiku saat itu. Dia belum sadar bahwa di kehidupan ini menyakitiku sama
dengan menyakiti dirinya sendiri, mengotoriku sama dengan mengotori dirinya
sendiri. Aku seperti wadah baginya, lebih simpelnya seperti hadiah yang
dititipkan padanya untuk menemukan tujuan hidupnya. Ketika dia mulai sedikit
sadar akan wujudku, dia sedikit-sedikit belajar dan tahu kegunaanku. Baru
sebatas tahu, belum mengerti apalagi memahami. Kala itu kami sering mengetik
dan mencetak kata-kata yang masih ngawur. Aku merasakan bahwa dia senang
menggunakanku. Banyak kejadian yang kami alami membuatku berfirasat bahwa dia
akan menjadi penulis hebat pada waktunya.
Suatu waktu bertahun-tahun kemudian, kita beranjak dewasa. Dia mulai
meninggalkanku, bukan terpisah. Tapi dia meninggalkan kesadarannya terhadapku.
Dia banyak melakukan hal lain, dia belajar banyak di luar. Tentang hal-hal
kecil. Banyak sekali hal kecil yang membuat pikirannya sedikit-sedikit bermuara
pada pengertian, kesadaran akan kehidupan. Kami terus dipaksa mengalir oleh
waktu, bertambah tua.
Suatu ketika dia kembali padaku dengan penuh senyuman dan ide. Bersama kami
melahirkan cerita-cerita segar yang sering dipampangkan di surat kabar, mading dan tabloid. Aku mulai mengalami
beberapa kerusakan saat itu. Aku merasa mengecewakannya ketika rusak, aku merasa
mengecewakan diriku sendiri juga. Dia membawaku ke dokter mesin tik untuk
memperbaiki fungsiku. Dia merawatku dengan kasih sayang setiap aku rusak cukup
parah. Tapi kami bertekad untuk terus berusaha merintis kejayaan kecil. Ketika
aku terus menua, dia sama sekali terlihat tidak terpengaruh oleh waktu.
Gairahnya, keringatku, darahku, pikirannya, dan idenya yang terus tersalur
deras melaluiku seperti menjadi ramuan awet muda paling mujarab baginya.
Aku terus menua. Dia tidak. Sepertinya waktu pilih kasih. Kini aku sering
bersedih kala mengingat apa saja yang telah kami lahirkan untuk dunia. Hal yang
hebat, juga buruk. Semuanya. Semua yang telah kami lalui membuat kita saling
jatuh cinta. Terlalu cinta. Dia tidak mau memahami kenapa kami harus berpisah
pada akhirnya. Kenyataan dia yang berhasil tetap terus muda dan aku yang terus
menua menuju akhir selalu membuat kami lemas. Seperti memang kami adalah satu
kesatuan yang hidup dalam dimensi berbeda. Aku menua oleh waktu, akan mati. Dia
tidak.
Tapi kini, ketika aku adalah si mesin tik yang tua bangka, kami mengolah cerita ini. Entah kapan si nurani akan
berpisah dengan ku. Mungkin ketika aku tiba-tiba rusak parah berantakan, atau
sedikit-sedikit mengalami kerusakan yang akhirnya tidak bisa lagi diperbaiki.
Dia akan meneruskan entah ke mana, aku menuju akhir. Semoga rangka besi,
plastik, pegas, roda gigi dan segala apa pun yang ada dalam diriku bisa berguna
setelah aku mati tidak bisa diperbaiki lagi. Semoga dia baik-baik saja ketika
telah berpisah denganku.































































